Senin, 23 Juli 2012

Sejarah Lahirnya Alat Musik Klasik Yamaha


Yamaha, siapa yang tak kenal dengan brand Motor yang satu ini..Pabrikan motor berlogo garputala ini memang merupakan salah satu pabrikan motor tersukses di dunia saat ini meskipun masih di bawah bayang-bayang persaingan saudara sebangsa mereka Honda dan Suzuki serta Kawasaki. Sejatinya memang Yamaha merupakan bukan asli pembuat kendaraan roda dua sepeda motor,. Pada awal kemunculannya, Yamaha merupakan salah satu pembuat berbagai Instrumen alat musik terbesar di dunia pada zaman dahulu, mulai dari gitar hingga piano klasik bisa dengan apik mereka ciptakan dan menjadi trend pada peradaban manusia medio 1888 an dan mereka mampu men jual alat musik tersebut hingga ke pelosok dunia

Nama Yamaha sebenarnya di ambil dari nama pendiri pertamanya yakni Torakasu Yamaha, Torakasu memang di kenal seorang yang berjiwa seni tinggi, apalagi terhadap seni musik..Makanya tak heran jika Torakasu menyalurkan hobi dan bakat terpendamnya dengan berbisnis men jual alat musik dengan beragam jenis. Sayang pada awal perang dunia ke 2, semua pabrik produksi jepang berubah haluan dan di manfaatkan oleh pemerintahannya sebagai alat produksi perang, dan pabrikan Yamaha pun saat itu mendapatkan jatah sebagai pembuat Propeler atau yang lebih di kenal dengan Baling-baling pesawat terbang.

Atas dasar pengalaman dan keberhasilannya dalam membuat mesin baling-baling pesawat terbang, maka Yamaha pun mencoba peruntungannya di bidang industry otomotif sepeda motor saat itu, meskipun pada zamannya sudah ada beberapa pemain lama seperti Suzuki dan Honda.,rupanya hal itu tidak menyurutkan semangat sang kakek Torakasu dalam meracik otomotif roda dua khas buatanya sendiri..Akhirnya pada tanggal 1 Juni 1955 berdirilah perusahaan Yamaha Motor Corp, perusahaan ini merupakan salah satu anak perusahaan Yamaha Corp, berada dalam satu bendera yang sama Yakni Yamaha, tetapi beda divisi dengan alat musiknya..

Semoga berguna

Sejarah Lahirnya Alat Musik Klasik Yamaha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Zonesia Mania

0 komentar:

Poskan Komentar